لا يشر بن أحدكم قائما
Jangan makan dan minum sambil berdiri merupakan
salah satu larangan yang sering disebutkan dalam ajaran agama dan juga disarankan dalam panduan kesehatan. Dalam Islam, aturan ini ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa makanan dan minuman sebaiknya dikonsumsi sambil duduk, karena itu akan membuat orang merasa kenyang dengan lebih baik dan juga dapat mencegah gangguan pencernaan. Selain itu, makan dan minum sambil berdiri dianggap kurang sopan dan kurang menghormati makanan yang diberikan oleh Tuhan.
Dari perspektif kesehatan, ada beberapa alasan mengapa disarankan untuk tidak makan dan minum sambil berdiri. Ketika seseorang makan atau minum sambil berdiri, cairan dan makanan dapat masuk ke lambung dengan cepat tanpa dicerna dengan baik oleh air liur dan enzim pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti masalah asam lambung dan sembelit. Selain itu, makan dan minum sambil berdiri juga dapat meningkatkan risiko tersedak, terutama bagi orang yang memiliki masalah pada saluran pencernaan atau swallowing.
Dari perspektif agama dan kesehatan, larangan makan dan minum sambil berdiri sebenarnya memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh dan juga memperkuat spiritualitas seseorang. Dengan mematuhi aturan ini, seseorang dapat menjaga kesehatan pencernaannya dan juga menunjukkan rasa syukur dan menghormati makanan yang diberikan oleh Tuhan. Hal ini juga mengajarkan kesabaran dan kesopanan dalam bersantap.
Hadits tentang larangan minum sambil berdiri berbunyi:
*"Janganlah salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Barang siapa yang lupa, maka hendaklah ia muntahkan."*
(HR. Muslim)
Dari sisi kesehatan, larangan ini memiliki hikmah ilmiah :
*1. Organ pencernaan bekerja lebih baik saat duduk*
- Saat duduk, posisi tubuh lebih stabil dan rileks.
- Proses menelan air lebih terkendali, sehingga tidak menyebabkan tekanan tiba-tiba pada kerongkongan atau lambung.
*2. Menghindari iritasi lambung*
- Minum sambil berdiri membuat air turun cepat dan keras ke lambung, bisa memicu iritasi terutama pada penderita maag.
*3. Mengurangi risiko tersedak*
- Saat berdiri, otot dan refleks tenggorokan tidak setenang saat duduk. Risiko tersedak lebih besar.
*4. Keseimbangan cairan ginjal*
- Minum sambil duduk memberi waktu tubuh menyerap air secara bertahap, mendukung kerja ginjal menyaring cairan secara optimal
Sebagai manusia yang diamanahi oleh Tuhan untuk menjaga tubuhnya sebagai amanah, penting bagi kita untuk mematuhi aturan-aturan yang telah disarankan baik dari segi agama maupun kesehatan.
Anjuran Rasulullah SAW tidak hanya bersifat adab, tapi juga berdampak positif untuk kesehatan tubuh, terutama sistem pencernaan dan ginjal. Dengan demikian, kita dapat hidup sehat secara fisik dan spiritual serta menjadi hamba yang lebih baik di mata Tuhan.




Comments
Post a Comment