Ta'awudz ( Isti'adzah ) atau isti'adzah adalah doa atau kalimat memohon perlindungan kepada Allah 'Azza wa Jalla dari gangguan setan yang terkutuk. Doa ta'awudz ini biasanya dilafazkan seseorang ketika hendak membaca Alquran atau berdzikir.
Lafaz Ta'awudz (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ): A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir rojiim. Artinya: "Aku berlindung kepada Allah Ta'ala dari goadaan setan yang terkutuk".
Kalimat ta’awudz atau kalimat isti’adzah dianjurkan untuk dibaca ketika memulai membaca Al Qur’an, melaksanakan shalat, memulai berdoa dan berdzikir, ketika hati tidak tenang, akan berwudhu, dan akan tidur.
Adapun keutamaan membaca kalimat ta’awudz atau kalimat isti’adzah di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Melindungi diri dari kejahatan
Keutamaan membaca kalimat ta’awudz atau kalimat isti’adzah adalah melindungi diri dari kejahatan atau hal-hal yang dapat membahayakan akibat godaan setan.
Allah berfirman dalam surat Al A'rof ayat 200 sebagai berikut.
وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
“wa immā yanzagannaka minasy-syaiṭāni nazgun fasta’iż billāh, innahụ samī’un ‘alīm“
Artinya, “Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
QS. Al Araaf : 200
Menurut Tafsir Al Qur’an Hidayatul Insan, yang dimaksud dengan godaan setan adalah upaya setan untuk memalingkan manusia dari ketaatan kepada Allah atau mendorong manusia berbuat keburukan.
Disebutkan pula bahwa yang dimaksud dengan berlindung kepada Allah adalah dengan mengucapkan atau membaca kalimat ta’awudz atau kalimat isti’adzah.
2. Menghilangkan nafsu amarah
Keutamaan membaca kalimat ta’awudz atau kalimat isti’adzah adalah dapat menghilangkan nafsu amarah.
Marah berasal dari setan, dan salah satu cara untuk menghilangkan amarah dengan membaca kalimat ta’awudz atau kalimat isti’adzah. Hal ini didasarkan hadits berikut.
Dari Sulaiman bin Shurd radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku pernah duduk di samping Nabi saat dua orang lelaki tengah saling caci. Salah seorang dari mereka telah memerah wajahnya dan urat lehernya tegang.” Beliau bersabda, “Aku benar-benar mengetahui perkataan yang bila diucapkannya, niscaya akan lenyap apa (emosi) yang ia alami. Andai ia mengatakan, “A’uudzubillaahi minasy-syaithaanir-rajim” pastilah akan lenyap emosi yang ada padanya.”
HR. Bukhari dan Muslim
3. Menimbulkan ketenangan hati
Berdzikir dengan menyebut kalimat ta’awudz atau kalimat isti’adzah ketika berada dalam ketakutan dapat memberikan ketenangan hati dan jiwa. Allah berfirman dalam surat Ar-Ro'du ayat 28 sebagai berikut.
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
“allażīna āmanụ wa taṭma`innu qulụbuhum biżikrillāh, alā biżikrillāhi taṭma`innul-qulụb.”
Artinya, “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Comments
Post a Comment