Wahabi : Peringatan Nisfu Syaban Bid'ah dan Sesat.

Salah satu kontroversi yang paling besar antara Wahabi dan mayoritas umat Islam adalah mengenai sebuah tradisi pada malam nisfu Sya'ban, malam nisfu Syaban adalah malam tanggal 15 bulan Syaban.

 Banyak ritual ibadah yang dilakukan oleh mayoritas umat islam, diantaranya yaitu melakukan ibadah seperti sholat hajat, berzikir, berdoa, bersedekah, jamuan makanan lepet, kupat dan lontong serta membaca Alquran dan jugaberpuasa siang harinya.

Berbeda dengan Wahabi, mayoritas ulama Ahulusunah Wal jamaah memDakwa Wahabi bahwa berdoa, berzikir, dan membaca Alquran di masjid secara kolektif pada malam nishfu sya’bân sebagai perbuatan bid’ah tercela dan sesat adalah tidak benar, sebab kegiatan tersebut sudah dipraktikkan sejak generasi ulama salaf.


Syekh Abdullah al-Ghumari menyatakan bahwa ulama Syam berbeda pendapat mengenai bentuk serta tatacara beribadah pada malam nishfu sya’bân. Khalid bin Ma’dan, Luqman bin ‘Amir dan yang lain berpendapat bahwa sunnah melakukannya secara kolektif di masjid. Pendapat senada di sampaikan Imam Ishaq bin Rahawiyah, beliau menegaskan: “Melakukannya secara kolektif (berjamaah) bukanlah bid’ah.”


Namun demikian, sebagian ulama lain–di antaranya adalah Imam al-Auza’i–berpendapat makruh melakukannya secara kolektif dan tidak makruh melakukannya secara individu.


Terlepas dari perbedaan pendapat di atas, yang jelas aktivitas ibadah pada malam nishfu sya’bân, bagaimana pun bentuknya, bukan lah bagian dari perbuatan bid’ah tercela dan sesat sebagaimana tuduhan Wahabi.


punyai anggapan bahwa tradisi malam nisfu syaban sebagai sebuah anjuran dan kesunahan. 

Malam tersebut adalah malam pengampunan (Lailatul Maghfiroh) dan pernuh berkah serta malam diijabahi segala doa manusia, di mana doa mudah dikabulkan.

Ulama Ahlusunah mengakui secara insho ‘jujur’ bahwa kebanyakan hadis tentang keutamaan nisfu syaban adalah lemah, tetapi mereka tetap menganjurkan meramaikannya dengan berbagai aktivitas ibadah. Kok bisa ?


Wahabi mengatakan bahwa tradisi yang dilakukan oleh mayori

tas umat Islam pada malam nisfu syaban tersebut adalah suatu hal yang tidak benar, dikarenakan termasuk bid’ah sesat yang tidak pernah dilakukan oleh Rosulullah SAW dan hadis-hadis yang dijadikan hujjah dan dasar pun kebanyakan lemah (dhoif) dan hadits yang tidak layak dibuat dasar hukum.

 أن النبي صل الله عليه وسلم قال: «إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه، إلا لمشرك أو مشاحن» رواه ابن ماجه، وابن حبان

Ibnu Majah dan Ibnu Hibban meriwayatkan hadis dari Mu’adz bin Jabal bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Allah akan melihat kepada hamba-hamba-Nya pada malam nisfu syaban, Dia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang munafik.”

Dari sini kita ambil benang merah bahwa dakwaan Wahabi bahwa sholat hajat, membaca yasin 3 kali, berdoa, berdzikir, dan membaca Alquran di masjid atau musholla secara kolektif pada malam nisfu syaban sebagai perbuatan bid’ah tercela dan sesat adalah tidak benar, sebab kegiatan tersebut sudah dipraktikkan sejak generasi ulama salaf.

Syekh Abdullah al-Ghumari menyatakan bahwa ulama Syam berbeda pendapat mengenai bentuk serta tatacara beribadah pada malam nisfu syaban. Khalid bin Ma’dan, Luqman bin ‘Amir dan yang lain berpendapat bahwa sunnah melakukannya secara kolektif di masjid. 

Pendapat senada di sampaikan Imam Ishaq bin Rahawiyah, beliau menegaskan: “Melakukannya secara kolektif (berjamaah) bukanlah bid’ah.”

Namun demikian, sebagian ulama lain–di antaranya adalah Imam al-Auza’i–berpendapat makruh melakukannya secara kolektif dan tidak makruh melakukannya secara individu.

Terlepas dari perbedaan pendapat di atas, yang jelas aktivitas ibadah pada malam nisfu syaban, bagaimana pun bentuknya, bukan lah bagian dari perbuatan bid’ah tercela dan sesat sebagaimana tuduhan Wahabi.

Wallahu A'lam
Salam sehat "Kang Rofiq"


Bulan Sya’ban merupakan bulan yang sangat penting dalam kehidupan Muslim di Indonesia. Karena selain menjadi bulan yang dekat dengan Ramadhan dan sebagai bulan persiapan untuk menghadapi puasa di bulan Ramadhan, ada beberapa hal yang sering diperingati secara rutin setiap bulan Sya’ban, yaitu malam nisfu Sya’ban. Selain malam Nisfu Sya’ban ada juga beberapa peristiwa penting yang terjadi pada bulan Sya’ban. Dalam kitab Ma Dza fi Sya’ban? karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki menyebutkan tiga peristiwa penting yang berimbas pada kehidupan beragama seorang Muslim. 1. Peralihan Kiblat Peralihan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram terjadi pada bulan Sya’ban. Menurut Al-Qurthubi ketika menafsirkan Surat Al-Baqarah ayat 144 dalam kitab Al-Jami’ li Ahkāmil Qur’an dengan mengutip pendapat Abu Hatim Al-Basti mengatakan bahwa Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mengalihkan kiblat pada malam Selasa bulan Sya’ban yang bertepatan dengan malam nisfu Sya’ban. Peralihan kiblat ini merupakan suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW berdiri menghadap langit setiap hari menunggu wahyu turun perihal peralihan kiblat itu seperti Surat Al-Baqarah ayat 144 berikut. قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ Artinya, “Sungguh Kami melihat wajahmu kerap menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.” 2. Penyerahan Rekapitulasi Keseluruhan Amal kepada Allah Salah satu hal yang menjadikan bulan Sya’ban utama adalah bahwa pada bulan ini semua amal kita diserahkan kepada Allah SWT. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki mengutip sebuah hadits riwayat An-Nasa’i yang meriwayatkan dialog Usamah bin Zaid dan Nabi Muhammad SAW. “Wahai Nabi, aku tidak melihatmu berpuasa di bulan-bulan lain sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban?” Kemudian Rasulullah SAW menjawab, “Banyak manusia yang lalai di bulan Sya’ban. Pada bulan itu semua amal diserahkan kepada Allah SWT. Dan aku suka ketika amalku diserahkan kepada Allah, aku dalam keadaan puasa.” Penyerahan amal yang dimaksud dalam hal ini adalah penyerahan seluruh rekapitulasi amal kita secara penuh. Walaupun, menurut Sayyid Muhammad Alawi, ada beberapa waktu tertentu yang menjadi waktu penyerahan amal kepada Allah selain bulan Sya’ban, yaitu setiap siang, malam, setiap pekan. Ada juga beberapa amal yang diserahkan langsung kepada Allah tanpa menunggu waktu-waktu tersebut, yaitu catatan amal shalat lima waktu. 3. Penurunan Ayat tentang Anjuran Shalawat untuk Rasulullah SAW Pada bulan Sya’ban juga diturunkan ayat anjuran untuk bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW, yaitu Surat Al-Ahzab ayat 56. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا Artinya, “Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” Ibnu Abi Shai Al-Yamani mengatakan, bulan Sya’ban adalah bulan shalawat. Karena pada bulan itulah ayat tentang anjuran shalawat diturunkan.

Sumber: https://nu.or.id/syariah/beberapa-peristiwa-penting-di-bulan-syaban-BHu4i


___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)
Bulan Sya'ban merupakan salah satu bulan penting karena berada di dua bulan istimewa, yakni Rajab dan Ramadhan. Dalam sebuah hadits juga disebutkan, bahwa bulan Sya'ban merupakan bulannya Nabi Muhammad.

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/bulan-syaban-menyimpan-3-peristiwa-penting-bagi-umat-islam-YCydd


___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)
Bulan Sya'ban merupakan salah satu bulan penting karena berada di dua bulan istimewa, yakni Rajab dan Ramadhan. Dalam sebuah hadits juga disebutkan, bahwa bulan Sya'ban merupakan bulannya Nabi Muhammad

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/bulan-syaban-menyimpan-3-peristiwa-penting-bagi-umat-islam-YCydd


___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)
Bulan Sya'ban merupakan salah satu bulan penting karena berada di dua bulan istimewa, yakni Rajab dan Ramadhan. Dalam sebuah hadits juga disebutkan, bahwa bulan Sya'ban merupakan bulannya Nabi Muhammad

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/bulan-syaban-menyimpan-3-peristiwa-penting-bagi-umat-islam-YCydd


___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)

Comments